Anggrek
Anggrek
Anggrek atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembap. Orchidaceae adalah sumber inspirasi dari nama Kereta api Argo Anggrek, kereta api eksekutif yang melayani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir.
Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.berkelopak bunga indah dan berwarna-warni.
Ciri - Ciri Botani
Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging": tebal dengan kandungan air yang tinggi, karena banyak yang tumbuh sebagai epifit. Dengan cara adaptasi itu, ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif dan tidak tahan terhadap sinar matahari terik yang panjang. Anggrek menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan lantai hutan (anggrek tanah) atau di bawah naungan (anggrek epifit). Sebagai tanaman hias, anggrek tahan di dalam ruang.
Akar
Akar serabut, tidak dalam. Jenis-jenis epifit yaitu mengembangkan akar sukulen dan melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh, namun tidak merugikan pohon inang. Ada pula yang tumbuh geofitis, dengan istilah lain terestrial artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar di dalam tanah. Ada pula yang bersifat saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering dan kayu-kayu lapuk yang telah membusuk menjadi humus.[2] Pada permukaan akar sering kali ditemukan jamur akar (mikoriza) yang bersimbiosis dengan anggrek.
Batang
Batang anggrek beruas-ruas. Anggrek yang hidup di tanah ("anggrek tanah") batangnya pendek dan cenderung menyerupai umbi. Sementara itu, anggrek epifit batangnya tumbuh baik, sering kali menebal dan terlindungi lapisan lilin untuk mencegah penguapan berlebihan. Pertumbuhan batang dapat bersifat memanjang / meninggi (monopodial) atau melebar / menyamping (sympodial), tergantung marganya.
Anggrek monopodial (berarti "satu kaki") hanya memiliki satu batang dan satu titik tumbuh saja. Ia akan membentuk tangkai bunga dari samping batangnya yang pendek. Anakan sulit tumbuh pada kondisi sehat tetapi suatu individu dapat memunculkan anakan kecil (keiki) dari tangkai bunganya. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek batang dan biji. Contoh anggrek tipe ini adalah Vanda dan Phalaenopsis.
Anggrek sympodial (berarti "banyak kaki") memiliki lebih dari satu titik tumbuh. Tunas baru muncul dari sekitar batang utama dan menjalar. Bunga bisa muncul di pucuk atau ruas batang. Batangnya dapat menjadi umbi semu dan sanggup menyimpan air cadangan makanan sebagai alat bertahan hidup. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemisahan anakan, keiki, maupun melalui biji. Contoh anggrek populer tipe ini adalah Dendrobium dan Cattleya.
Daun
Daun anggrek biasanya oval memanjang dengan tulang daun memanjang pula, khas daun monokotil. Daun dapat pula menebal dan berfungsi sebagai penyimpn air.
Organ reproduksi seksual
Bunga anggrek berbentuk khas dan menjadi penciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul dari tangkai bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun. Bunganya simetri bilateral. Helaian kelopak bunga (sepal) biasanya berwarna mirip dengan mahkota bunga (petal), sehingga keduanya disebut sebagai tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi membentuk semacam "lidah" yang melindungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik. Benang sari memiliki tangkai sangat pendek dengan dua kepala sari berbentuk cakram kecil (disebut "pollinia") dan terlindung oleh struktur kecil yang harus dibuka oleh serangga penyerbuk (atau manusia untuk vanili) dan membawa serbuk sari ke mulut putik. Tanpa bantuan organisme penyerbuk, tidak akan terjadi penyerbukan.
Kebanyakan bunga anggrek mengalami resupinasi ketika berkembang dari calon bunga menjadi bunga.[3] Posisi bunga pada tangkai berputar 180° pada saat berkembang ketika masih kuncup yang berakibat bagian lidah yang sebenarnya adalah helai mahkota teratas menjadi berada di bawah. Hanya beberapa jenis, misalnya anggota marga Calopogon, yang tidak mengalami gejala ini.
Buah anggrek berbentuk kapsul yang berwarna hijau dan jika masak mengering dan terbuka dari samping. Bijinya sangat kecil dan ringan, sehingga mudah terbawa angin[1]. Biji anggrek tidak memiliki jaringan penyimpan cadangan makanan; bahkan embrionya belum mencapai kematangan sempurna. Perkecambahan baru terjadi jika biji jatuh pada medium yang sesuai dan melanjutkan perkembangannya hingga kemasakan.
Kekerabatan antar anggrek spesies berdasarkan sifat morfologi tanaman dan bunga
Berdasarkan hasil analisis varian untuk karakter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, perbandingan antara panjang daun dengan lebar daun, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga, diameter bunga dan panjang kelopak bunga dari keenambelas anggrek spesies yang diuji menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yang nyata.
Tampak bahwa G. scriptum mempunyai panjang daun, lebar daun dan panjang tangkai bunga nyata paling tinggi di antara keenambelas anggrek spesies yang diuji. Namun, nilai diameter bunga (6,24 cm) spesies ini nyata lebih kecil dari D. stratiotes. Bunga D. stratiotes memiliki diameter yang nyata paling besar di antara spesies yang diuji, yaitu 9,27 cm. Demikian juga jumlah kuntum bunga yang dihasilkan oleh G. scriptum nyata lebih sedikit daripada D. secundum, masing-masing 27,75 dan 50. Hal ini menunjukkan bahwa panjang dan lebar daun yang besar tidak menjamin akan menghasilkan bunga yang besar dan banyak jumlahnya.
Tinggi tanaman D. anosmum memiliki nilai tertinggi, yaitu 118,40 cm, yang nyata berbeda dengan tinggi tanaman ke lima belas anggrek spesies lainnya. Batang anggrek ini berupa pseudobulb atau batang semu yang tumbuh menggantung ke bawah. Hanya pada saat tumbuhnya tunas baru saja, pertumbuhan pseudobulb dari anggrek ini ke arah atas. Pertumbuhan batang selanjutnya menggantung ke arah bawah, seiring dengan bertambah panjangnya pseudobulb.Tanaman anggrek yang terpendek adalah B. lobii (5,00 cm). Berbeda dengan D. anosmum, B. lobii memiliki batang berupa bulb. Nilai tinggi tanaman anggrek jenis ini tidak nyata berbeda dengan D. bracteosum (17,77 cm), D. capra (12,15 cm), D. johannis (34,48 cm), D. macrophyllum (31,12 cm), D. phalaenopsis (20,02 cm), P. amboinensis, P. violaceae, A. miniatum dan G. scriptum.
G. scriptum memiliki daun terpanjang dan terlebar. Lebar daun G. scriptum sama dengan lebar daun P. violaceae, P. amboinensis dan D. macrophyllum. Lebar daun terkecil dimiliki D. capra (1,09 cm) yang sama dengan D. bracteosum (1,56 cm), D. johannis (1,76 cm), D. phalaenopsis (2,36 cm) dan A. miniatum (1,52 cm).
Nilai perbandingan panjang dengan lebar daun terbesar dimiliki oleh V. tricolor, sebesar 10,48; yang tidak berbeda nyata dengan D. capra (9,55). Nilai perbandingan panjang dengan lebar daun terkecil dimiliki oleh D. stratiotes (2,20) yang tidak berbeda nyata dengan D. macrophyllum, D. secundum, D. undulatum, D. veratrifolium, P. amboinensis dan P. violaceae (masing-masing dengan nilai 3,05; 2,75; 2,25; 2,48; 2,73 dan 2,68).
Jumlah kuntum bunga yang terbanyak dimiliki oleh D. secundum (50 buah) dan paling sedikit dimiliki oleh B. lobii (1 buah) yang tidak nyata berbeda dengan D. anosmum, D. bracteosum, D. capra, D. johannis, D. phalaenopsis, D. stratiotes, P. amboinensis, P. violaceae dan A. miniatum. Karakteristik bunga B. lobii terletak pada labellumnya yang dapat bergoyang apabila ditiup angin. Dengan adanya ciri khas bunga yang seperti ini, anggrek B. lobii memiliki sebutan anggrek lidah bergoyang atau kembang goyang. G. scriptum memiliki tangkai bunga yang paling panjang di antara keenam belas anggrek spesies yang diuji, yaitu 92,27 cm. Panjang tangkai bunga terpendek dimiliki oleh anggrek D. anosmum (1,36 cm) yang sama dengan panjang tangkai bunga anggrek D. bracteosum, D. secundum, P. amboinensis, P. violaceae, A. miniatum dan B. lobii.
Diameter bunga anggrek yang paling besar, yaitu 9,27 cm dimiliki oleh D. stratiotes. D. stratiotes ini memiliki mahkota bunga (petala) yang panjang terpelintir tegak ke atas. Besarnya diameter bunga anggrek tersebut sama dengan besarnya diameter bunga D. anosmum. Diameter bunga terkecil dimiliki oleh anggrek D. secundum (0,74 cm). Ukuran diameter anggrek ini paling kecil disebabkan oleh bunga ini tidak dapat membuka atau mekar dengan maksimal. Ukuran bunga yang mini, tersusun sangat rapat, dan dalam satu tangkai bunga terdiri atas kuntum bunga yang banyak, merupakan ciri khas yang membuat D. secundum diberi sebutan sebagai anggrek sikat. Ukuran diameter bunga anggrek ini sama besarnya dengan anggrek A. miniatum (1,13 cm).
Kelopak bunga (sepala) terpanjang dimiliki oleh anggrek B. lobii (6 cm) yang nyata berbeda dengan kelima belas anggrek spesies lainnya. Anggrek ini memiliki sepala dorsale atau kelopak bunga bagian atas tegak, berwarna kuning dan panjang. Sepala paling pendek dimiliki oleh anggrek jenis A. miniatum (0,63 cm) yang sama ukurannya dengan anggrek D. secundum (0,92 cm). Dari keenambelas jenis anggrek yang diuji, hanya ada empat jenis yang mempunyai tipe pertumbuhan batang monopodial, yaitu P. amboinensis, P. violaceae, Vanda tricolor dan A. miniatum. Kedua belas jenis anggrek lainnya tipe pertumbuhan batangnya tergolong simpodial. Dari segi aroma bunga, terdapat keanekaragaman aroma bunga mulai dari tidak beraroma sampai sangat beraroma. Demikian pula dengan warna kehijauan daun, hanya Vanda tricolor yang warna daunnya berbeda dengan kelima belas jenis anggrek lainnya.
Masing-masing jenis memperlihatkan karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dikarenakan perbedaan habitat asal diambilnya tanaman anggrek yang bersangkutan. Habitat asal tanaman anggrek memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan anggrek melalui pengaruh sinar matahari, cuaca atau keadaan iklim, suhu udara, kelembapan udara serta tersedianya unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman anggrek untuk mendukung pertumbuhan tanaman anggrek, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas bunga yang dihasilkannya. Meskipun terdapat keragaman karakter dari masing-masing jenis anggrek yang diuji, terdapat pula kesamaan karakter.
Anggrek Berdasarkan Tipe Pertumbuhan
- Monopodial : Anggrek monopodial tumbuh dengan memanjang/meninggi, seperti genus Vanda dan Phalaenopsis.
- Sympodial : Anggrek sympodial tumbuh dengan menumbuhkan tunas baru ke arah samping seperti genus Dendrobium dan Cattleya.
Anggrek Berdasarkan Tempat Tumbuh
- Anggrek Epifit : Anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Akar anggrek menyerap makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Contoh: Cattleya sp., Dendrobium sp., Vanda sp. Phalaenopsis sp.
- Anggrek Terestial : Anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung[1]. akarnya mengambil makanan dari tanah. Contoh: Phaius sp.
- Anggrek Saprofit : Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil. Contoh: Goodyera sp
- Anggrek Litofit : Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan atau tanah berbatu, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh. Anggrek ini mengambil makanan dari hujan, udara, humus. Contoh: Paphiopedilum sp
Pemanfaatan
Anggrek dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek sangat indah dan variasinya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong. Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari Sumatra hingga Papua. Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa Indonesia. Anggrek juga menjadi bunga nasional Singapura dan Thailand.
Anggrek sering dipergunakan sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan, dan keindahan selama berabad-abad. Bangsa Yunani menggunakan anggrek sebagai simbol kejantanan, sementara bangsa Tiongkok pada zaman dahulu kala mempercayai bahwa anggrek sebagai tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari tubuh Kaisar Tiongkok.
Pada pertengahan zaman, anggrek mempunyai peran penting dalam pengembangan teknik pengobatan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya pun meluas sampai menjadi bahan ramu-ramuan dan bahkan sempat dipercaya sebagai bahan baku utama pembuatan ramuan ramuan cinta pada masa tertentu. Ketika anggrek muncul dalam mimpi seseorang, hal ini dipercaya sebagai simbol representasi dari kebutuhan yang mendalam akan kelembutan, romantisme, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Akhirnya, pada permulaan abad ke-18, kegiatan mengkoleksi anggrek mulai menjadi kegiatan yang banyak dilakukan di segala penjuru dunia, terutama karena keindahan tanaman ini.
Vanili (Vanilla planifolia) juga merupakan anggota suku anggrek-anggrekan. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya. Untuk menghasilkan buah, vanili harus "dikawinkan" oleh manusia, karena serangga penyerbuknya tidak mampu hidup di luar daerah asalnya, meskipun sekarang usaha-usaha ke arah pemanfaatan serangga mulai dilakukan.
Jenis-Jenis Anggrek Hias
Penyebutan jenis anggrek hias biasa disebutkan dengan nama genusnya saja karena banyak sekali hibrida antarspesies dan antargenus yang telah dibuat. Akibatnya, penamaan anggrek memiliki semacam aturan khusus yang agak "menyimpang" dari aturan penamaan botani biasa.
Berikut adalah nama-nama genus anggrek hias populer:
Cattleya adalah salah satu genus dari 42 spesies anggrek dari Kosta Rika sampai bagian Tropis Amerika Selatan dan merupakan salah satu marga anggrek epifit. Diberi nama cattleya oleh John Lindley pada tahun 1824 setelah Sir William Cattley yang berhasil membudidayakan spesimen Cattleya labiata yang digunakan sebagai kemasan materi dalam pengiriman anggrek lainnya. Anggrek jenis ini hidup menumpang pada pohon-pohon kayu besar, sehingga mereka terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan memperoleh kelembapan yang sangat mereka butuhkan
Cattleya tidak menyukai sinar matahari langsung sepanjang hari. Tapi mereka senang mendapat sinar langsung di pagi hari selama 4–5 jam sehari, atau sinar terang sehari penuh. Bila daunnya berwarna hijau gelap, itu pertanda cattleya kekurangan sinar matahari. Sebaliknya, bila kelebihan sinar, warna daunnya akan menjadi hijau kekuningan. Sinar matahari yang cukup akan membuat cattleya rajin berbunga. Selain merangsang pembentukan bunga, sinar matahari juga membuat tanaman lebih kuat, tahan serangan penyakit, dan mampu mengumpulkan makanan cadangan. Makanan cadangan ini akan tersimpan di dalam bulb. Bulb yang padat berisi akan rajin menghasilkan tunas dan bunga. Cattleya akan rajin berbunga pada lingkungan bertemperatur antara 15–35 derajat celcius. Air juga merupakan kebutuhan pokok bagi cattleya. Cattleya memerlukan penyiraman secara teratur, tetapi ia juga memerlukan waktu kering beberapa saat, sebelum disiram lagi. Saat disiram, akar akan menyerap air sebanyak-banyaknya untuk disimpan dalam akar maupun bulb.
Dendrobium, tanaman hias paling populer dari antara jenis-jenis anggrek
Dendrobium adalah salah satu marga anggrek epifit yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya sangat bervariasi dan indah. Dendrobium relatif mudah dipelihara dan berbunga.
Pola pertumbuhan anggrek Dendrobium bertipe simpodial, artinya memiliki pertumbuhan ujung batang terbatas. Batang ini tumbuh terus dan akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru yang tumbuh di sampingnya. Pada anggrek simpodial ini terdapat penghubung yang disebut rhizoma atau batang di bawah tanah.Dari rhizoma ini akan keluar tunas anakan baru. Di antara rhizoma dan daun ada semacam umbi yang disebut pseudobulb (umbi palsu). Ukuran maupun bentuk pseudobulb bervariasi.
Anggrek Dendrobium membutuhkan sinar matahari dengan sedang sampai tinggi, sekitar 50-60% tergantung dari jenis Dendrobium. Intensitas cahaya yang sesuai dapat diperoleh dengan memberikan naungan berupa paranet sebesar 50%. Pada perawatan anggrek Dendrobium diperlukan kelembaban 50%, yang dapat diperoleh dengan menaruh nampan berisi batu bata dan air di bawah pot. Pembuatan ventilasi juga penting untuk memastikan adanya aliran udara yang dapat mencegah tanaman berjamur. [3]. Pustaka Apabila suhu terlalu tinggi dapat dibantu dengan pengkabutan dengan penggunaan semprotan untuk menghindari penguapan yang lebih besar.
Grammatophyllum, anggotanya termasuk Grammatophyllum scriptum yang dikenal juga dengan nama lokal anggrek Papua raksasa.
Grammatophyllum adalah genus dari 11 spesies anggrek. Nama ini diambil dari bahasa Yunani gramma yang berarti tanda dan phyllon yang berarti daun. Genus epifit ini menyebar di hutan hujan dari Indo-China, ke Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan pulau-pulau Pasifik Barat Daya. Genus ini ditetapkan oleh C. L. Blume pada tahun 1825.
Genus ini merupakan jenis anggrek yang berukuran sangat besar, termasuk anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum) yang diyakini sebagai spesies anggrek terbesar yang pernah ada. Pseudobulb-nya dapat tumbuh hingga mencapai ukuran panjang 2,5 m. Tanaman dapat berkembang menjadi rumpun raksasa dengan berat dari beberapa ratus kilogram hingga satu ton. Akar membentuk kumpulan spektakuler.
Oncidium adalah genus yang terdiri dari kurang lebih 330 spesies anggrek dari sub famili Epidendroideae. Genus ini adalah genus yang kompleks dengan banyak spesies yang di klasifikasi ulang. Genus ini dideskripsikan pertama kali oleh Olof Swartz. Genus ini tersebar dari wilayah Meksiko Utara, bebearapa daerah di Karibia, beberapa daerah di Florida Selatan, sampai Amerika Selatan. Anggrek ini umumnya tumbuh di daerah kering. Kebutuhan cahaya oncidium ini dapat bervariasi. Pada umumnya, Oncidium tahan lebih banyak cahaya yaitu berkisar antara 20 - 60 persen cahaya.

Kemudian untuk suhu yang diperlukan untuk anggrek oncidium ini pada umumnya antara 55 - 60 Fahrenheit pada malam hari, 80 - 85 Fahrenheit pada siang hari. Tanaman dengan akar daun atau berdaging besar kurang perlu sering disiram daripada tanaman berakar atau berdaging tipis. Penyiraman harus menyeluruh, dan menengah harus kering setidaknya setengah putaran pot sebelum penyiraman lagi. Penyiraman ini dilakukan setiap 2 - 10 hari tergantung pada cuaca, ukuran pot dan bahan, jenis anggrek dan, jenis media pot.
Phalaenopsis, kepopulerannya mendekati Dendrobium. Anggrek bulan adalah salah satu jenisnya.
Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) atau Puspa Pesona adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume.
Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Cara hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan, bahkan bisa juga dijumpai di pohon-pohon pekarangan rumah. Anggrek ini tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut.
Karakteristik tanaman : Anggrek Bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya sedikit beraroma harum. Umumnya bunganya bewarna putih, berukuran sedang. Anggrek Bulan memiliki waktu mekar yang cukup lama, serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih. Anggrek bulan menjadi bibit utama silangan anggrek di dunia.
Pembibitan : Anggrek Bulan memiliki peluang besar untuk dibudidayakan, karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Banyak orang menyukai Anggrek Bulan karena bentuk bunganya yang sederhana, namun anggun dan kharismatik.
Menurut Jasmine Adiba Zakiah Zahra dkk, salah satu masalah budidaya Anggrek Bulan adalah ketersedian benih yang seragam dan berkualitas masih terbatas. "Padahal kebutuhan pasar adalah permintaan terhadap bibit Anggrek Bulan yang berkualitas dan dalam jumlah besar," ujarnya.
Masalah bibit yang kurang tersedia, antara lain disebabkan sampai saat ini pembibitan Anggrek Bulan masih dengan metode perbanyakan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan metode perbanyakan yang tepat, efisien dan cepat seperti kultur jaringan yang dapat menghasilkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak.
Spathoglottis plicata, umumnya dikenal sebagai anggrek tanah Filipina, atau anggrek tanah ungu adalah tanaman terestrial yang selalu hijau dengan pseudobulbs yang padat, tiga atau empat daun besar berlipat dan hingga empat puluh resupinate, bunga merah muda hingga ungu. Ditemukan dari Asia tropis dan subtropis hingga Australia dan Pasifik barat termasuk Tonga dan Samoa.
Spathoglottis plicata adalah terna terestrial hijau yang membentuk rumpun tinggi. Ini memiliki pseudobulb 40–60 mm (1,6–2,4 in) yang padat panjang dan 20–40 mm (0,8–2 in) lebar, masing-masing dengan tiga atau empat daun berlipat 50–90 mm (2–4 in) panjang dan 8–15 mm (0,3–0,6 in) lebar pada tangkai 80–150 mm (3–6 in) panjang. Hingga empat puluh bunga merah muda hingga ungu meresupinasi 35–55 mm (1–2 in) panjang dan lebar ditanggung pada batang berbunga berbulu 50–100 cm (20–40 in) tinggi. Kelopak punggung adalah 20–30 mm (0,8–1 in) panjang dan sepal lateral sedikit lebih sempit. Kelopaknya memiliki panjang yang sama dengan sepal tetapi jauh lebih lebar. Labellum berbentuk 'T', ukurannya mirip dengan sepal dorsal dan memiliki tiga lobus dengan lobus samping mendekati vertikal. Di ujung kolom ada tutup, di mana massa butiran serbuk sari kuning terlihat.
Vanda , disingkat dalam perdagangan hortikultura sebagai V. adalah genus dalam keluarga anggrek , Orchidaceae . Ada 90 spesiesdan genus ini umumnya dibudidayakan untuk pasar. Genus ini dan sekutunya dianggap sebagai yang paling beradaptasi secara khusus dari semua anggrek dalam Orchidaceae. Genus ini sangat dihargai dalam hortikultura karena bunga-bunganya yang mencolok, harum, tahan lama, dan sangat berwarna. Spesies Vanda tersebar luas di Asia Timur , Asia Tenggara , dan Nugini , dengan beberapa spesies meluas ke Queensland dan beberapa pulau di Pasifik barat .
Anggrek Vanda tricolor Lindl. var suavis merupakan anggrek alam asli Indonesia yang tersebar di Sulawesi, Jawa dan Bali. Anggrek ini banyak ditemukan di lereng Merapi dan hingga kini menjadi simbol dari Kabupaten Sleman. Anggrek Vanda tricolor memiliki bunga yang indah berwarna dasar putih, dengan pola totol-totol berwarna merah keunguan pada sepal dan petalnya dan labellum berwarna ungu bergradasi merah sampai merah muda, serta berbau harum. Vanda tricolor merupakan spesies anggrek dengan banyak keunggulan yang telah banyak dimanfaatkan sebagai indukan dari berbagai jenis anggrek hibrida. Selain itu bunga anggrek ini unik dan beraroma wangi sehingga memiliki potensi untuk dijadikan bunga potong.
Sekian ulasan singkat dari saya, sedikit banyaknya yang bisa saya share dari kumpulan data yang saya kumpulkan dari googling semoga bermanfaar untuk anda.
jika ada kritik, saran dan info yang ingin di tampilan bisa kalian isi di kolom komentar..
terima kasih :)
Sumber Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Oncidium




0 Response to "Anggrek"
Posting Komentar